Pages

Sabtu, 22 Januari 2011

Senang Berkenalan Dengan “Safii”

Sekitar bulan oktober tepatnya tanggal 21.
Ibuku menjalani obname 2 hari di RS MUHAMMADIYAH TUBAN
Begini ceritanya…
Awalnya semua biasa saja sampai suatu hari Ibu ku mempunyai keanehan dalam payudaranya, ada semacam cairan yang mengumpal di dalamnya, usaha pun kami lakukan mulai dari bertanya kepada orang orangsekitar yang mungkin lebih paham tentang hal itu sampai kami memeriksakan ke Dokter dan Ibu ku di Didiagnosa memiliki kanker payudara sehingga harus di operasi, kita pun segera menuruti perintah dokter.
Sekitar 2 hari menginap di RS MUHAMMADIYAH TUBAN dan setelah melakukan operi pda pagi hari Ibu ku dinyatakan sudah sembuh kembali,senyum senang pun menghiasi raut wajah kami..
Tapi….
Inilah awal dari semuanya…
Setelah dioperasi payudara Ibu ku tak kunjung sembuh, setiap sembuh pasti ada lagi dan ada lagi disekitar payudaranya itu (semacam benjolan)….
Sampai suatu hari Ibu ku menemui seorang wanita bernama NUR ya Mak Nur seorang warga asli Surabaya yang menikahdengan tetangga ku..BARSO nama suaminya
Yang kebetulan memiliki penyakit yang sama dengan apa yang diderita Ibu ku..
Malahan lebih besar dan lebih parah dari penyakit yang menempel di payudara Ibuku.
Wktu itu Ibuku bertanya kepaa Mak Nur kok bisa ajaib langsung hilang begitu saja padahal lebih parah miliknya daripada milik Ibu ku..
Pada suatu malam ma knur menelepon Ibunya yang berada di Surabaya, dan Ibunya ma knur menyarankan untuk dibawa ke orang pintar sekitar (Dukun)…
Tanpa perlu ma knur jauh jauh ke Surabaya, penyakit itu bisa disambut jarak jauh oleh sang dukun..
Hanya adik mak Nur (Mbak Ilil) yang datang ke rumah sang Dukun dan meminta tolong langsung, hanya mendiskripsikan bentuk rumahya (menghadap kemana dan wetonnya)
Sang dukun sudah bisa mengerjakannya jarak jauh..
Dan..
Ajaib..
Saat pagi pagi mak nur bangun tidur tiba tiba benjolan itu sudah hilang…
Alangkah senang hati mak nur, mendengar cerita ma knur..Ibu ku langsung tertarik untuk mencoba dan mengikuti apa yang telah dilakukan mak nur…
Smapai pada tanggal 2 Desember 2011 tepatnya hari minggu, Ibu ku sudah bersiap siap untuk berangkat ke Surabaya..saat itu aku masih sibuk sendiri dengan pekerjaanku, apakah aku harus ikut ibu ku ke Surabaya momong adiku apa aku harus kerja..
Aaahh…aku tidak tega melihat ibuku pergi ke Surabaya sendiri tanpa aku, apalagi hanya bersama adiku yang masih 3 tahun.
Semaleman ibu ku tidak tidur itu terdengar sayup sayup saat aku tidur jam 3 pagi beliau sudah bangun untuk memasak nasi beserta mie dan lauk tentunya untuk bekal kami ke Surabaya yah mungkin maksud ibuku agar kita semua tidak jajan, maklumlah keuangan sedang seret.
Jam 5 pagi kami berangkat menuju ke rumah mak nur, sesuai denagn perjanjian kemarin.
Setelah sampai dirumah ma knur, malh tidak ada orang sama sekali hanya ada anak maknur yang masih keil,sebab semua anggota keluarga ma knur tidur diwarung, setelah menunggu beberapa menit, ma knur pun tiba….
Dan ternyata bukan ma knur yang mengantarkan kami,tapi Dewi anak maknur yang peremuan..ok kami pu bersedia asal sampek ajalah…maklum ini pengalaman pertama aku melancong ke Surabaya…
Waktu menunjukan pukul 9.30 WIB kami sudah sampek di WILANGUN, bersiap menuju JMP berangkat ke JMP, naik mikrolet bayar 5ribu perorang dan diperjalanan pusing sendiri karena adiku nangis..kesesakan..
Smpek di JMP kami melanjutkan perjalanan naik becak…menuju alamat yang udah dikasih BULAK BANTENG LOR ya itulah alamatnya, setelah sepakat dengan harga 15ribu,kami pun naik becak…perjalanan sekitar 1 jam,perjalanan yang sangat menarik juga melelahkan bagaimana tidak, 1 becak dimuati aku,ibu ku,adiku, dan dewi aku sempat kasian sma tukang becaknya yang sedikit ngos2an..
Alhamulilah kami sampek dengan selamat, tukang becak meminta ongkos tambah karena dinilai terlalu jauh dari tempat tujuan…
Setelah sampek di rumah ibunya ma knur bingung lagi sebab adiku nangis lagi lebih histeris malahan dari yan tadi di mikrolet.
Huh..untung ada warga yang ramah ramah jadi aku diberi saran untuk mengajak adiku ke JEMBATAN SURAMADU letaknya lumayan dekat, berbekal dari pegetahuan dewi kami pun berangkat sekitar sejam kita bersenang senang di SURAMADU..
Sementara ibu ku dintar mbak ilil ke rumah sang dukun untuk berobat..dengan syarat membawa rokok sebanyak 6 biji..
Sambil menunggu ibuku pulang untung ada hiburan untuk adiku ya seekor monyet yang lucu milik tetangga ibunya ma knur menemani kami selama sejam sembari menunggu ibu ku pulag dari rumah sang dukun, sementara beberapa kali HP ku berdering mendapatkan sms dari bapak menanyakan bagaimana kondisi disana, adiku gimana rwel gak?, ibu gimana? Semua aku bales berlahan,,
Sepeti aku tau bahwa bapak tidk pernah percaya dengan hal hal seperti itu bapak lebih suka ditangani dengan cara medis saja…
Tapi alangkah baiknya kalau kita coba dulu kita berikhtiar sekali lagi.
Terik matahari lumayan menyengat kulit saat itu, apa lagi dengan kondisi sekitar perkampungan yang sama sekali tidk mendukung, seperti perkampungan nelayan…
Yah bau ikan dimana mana, membuat mual sja..
Alhamdulilah ibu ku sudh pulang, dan kami pun makan makanan yang telah kami siapkan tadi dari rumah, dan betapa terkejutnya aku ketika ibu ku menceritakan kalau beliau diguna guna orang dan sakitnya itu bukan murni dari ALLAH SWT..
Bagai disambar petir rasanya???
Dalam benaku bertanya Ya ALLAH apa salah kami kenapa ada orang jahat yang tega melakukan ini.
Sejenak aku makan dan saat itu juga kami harus meninggalkan rumah ibunya ma knur untuk kembali ke tuban, karena saat itu ada mikrolet jurusan JMP yng katanya Cuma ada 1 itu saja kalo sore udah gak ada,,,oke kami semua berpamitan dengan keluarga ibunya mak nur yah berterima kasih sudah mau menolong kami..
Sesampai di mikrolet aku melanjutkan obrolan dengan ibu ku karena yang tadi terputus sebab harus berkemas kemas.
Kurang lebih begini cerita ibu ku..
“ dukun itu bukan dukun sembarangan, dia seorang wanita yang kalau sudah menjadi dukun menjadi seorang anak anak yang usianya kurang lebih 4 tahun, dan minta dipanggil SAFI’I, didug sang dukun ibu ku terkena guna guna orang yang sirik terhadap kehidupan kami, dan ibu ku pun diminta untuk mencari seekor ayam yang berwarna hitam, putih dan merah (kobinasi) yang katanya itu melambangkan diri ibuku yang saat itu masih terkena guna guna, tapi kami cukup memberikn uang saja ke pada papah (sebutan untuk suami sang dukun) agar mencarikannya sendiri tanpa harus kita repot repot mencari. Yang pada malam harinya ayam itu akan iambil hatinya dan kemudian dibungkus dengan kain kafan untuk dilarung ke laut.mendengar cerita ibu ku aku jadi merinding di mikrolet,dan ada satu permintaan lagi khusus untuku, sang dukun berpesan jika dalm 3 sampai 7 hari sarat dari sang penguna guna keluar dari tubuh ibuku maka cepat atau lambat sang dukun akan kerumah kami” yah begitu kira2
Setelah itu ami naik mikrolet menuju WILANGUN, di perjalanan untung adiku tidur terus jadi sedikit tenang, walau pun hatiku yang gak tenang dan aku yakin hati ibu ku pun juga gak tenang bahkan terngiang ngiang perkataan dukun itu.
Setelah sampai WILANGUN kami naik bus menuju kota tuban, Alhamdulilah sampai pukul 5.30 sore,,,,
Sampai dirumah ibu ku melakukan apa yang sudah disuruh dukun menabur beras disetiap sudut rumah dll..
Sampai 7 hari berlalu kok belum juga ada perubahan, akhirnya sang ukun menjadwalkan akan smbang kerumah kmi hari minggu tanggal 9 JANUARI 2011 dan terpaksa dibatalkan sebab si SAFII gak mau naik bus, sementara mbak ilil tidak ada yang nganter naik sepeda,
Bukan hanya itu kami pun menunggu setiap minggunya pada tanggal 16 JANUARI 2011
Tapi tak kunjung datang sebab papah sdang keluar kota sampai pada tanggal 21 JANUARI 2011 mreka menepati janji dan datang ke rumah kami…sebelum atang kami disuruh melakukan persipan2 untuk sang dukun…semua sudah siap.
Sampai sekitar abis maghrib ibu ku ditanya oleh safii…
Dengan berbagai keahliannya dan kami pun menyaksikan sendiri tumbal itu dikeluarkan dari balik ubin rumah ku…
Berbentuk pocongan kecil dengan isi paku,tanah kuburan,kulit salak,tatal tenger
Wah parah kenapa ada orang yang setga itu dengan kami,,,
Sempet geger juga sebab adiku nangis gak karu karuan…akhirnya ditenangkan oleh ibu ku yang sudah diobati safii…
Tak mau ketinggalan aku ikutan nimbrung dalam ruang tegah melihat aksi ajaib safii yang juga mengobati mak tun dan mbok ndek..
Sempet kaget saat melihat pocongan kain kafan kecil yang melompat lompat masuk ke rumah yang aslinya kita smua tidak tahu itu,hanya safiilah yang tau..
Ditangkap lah itu dan isinya masih sama dngan yang tadi paku,kulit salak,tanah kuburan dan tatal tenger Masyaallah siapa yng tega melakukan ini, katanya ini perbuatan seorang tetangga aku yang gak suka dengan kebahagiaan kami iri gitulah…
Oya yang tadi pocongan pertama udah dibuang oleh bapaku di dudukan,malam itu juga …bahaya kalu disimpen lama2..
Saat itu kami melakukan Tanya jawab dengan safii…hebat bener safii semua terjawabkan dan yng bikin kami penasaran katanya masih ada 2 lagi di kandang sapi, dan ternyata sekitar pukul 3 pagi safii keliling sekitar rumah ku dan bertemu dengan si Gondo, gondo itu dukun dari banyuwangi yang disuruh tetnagga aku untuk mengguna guna kami.
Safii sempat bertarung dengan si gondo,dan Alhamdulilah safii menang…. Jam 5 pagi kami geger lagi sebab 2 pocongan itu akan dibuka kami sekeluarga pun menyaksikannya…ternyarta yang satu isinya sebuah pipa kecil yang dalamnya ada bulu ayam,bunga2an,kain kasa,,,dibungkus kin kafan ya ALLAH kok bisa ya setega itu kepada kami,dan buntelan yang terakhir berisi bunga2 sajen,,,,

“sebenarnya aku sama skali tidak percaya dengan semua ini, tapi meluhat semua ini dngan di tunjukan oleh ALLAH secara frontal dan real aku berfikir dua kali untuk tidak percya”

Kami sekeluarga bersyukur kepada ALLAH SWT yang sedah memberikan karunia dan nikmat yang melimpah kepada kami, dan sudah membebaskan kami dari belenggu guna guna lewat bantuan Safi’i.
Terimakasih Ya ALLAH SWT dan terimakasih Safi’i

Senang berkenalan denganmu,Safi’i…..


Love
Andriey

Tidak ada komentar:

Posting Komentar